Saturday, March 28, 2015

Internet Sebagai Pendukung Literasi Informasi

Sejarah Information Literacy
Pada tahun 1974 Paul G Zurkowski mulai mengemukakan istilah Information Literacy di Amerika Serikat. Paul Zurkowski merupakan President Information Industry Association, istilah tersebut pertama kali diperkenalkan melalui tulisan di The National Commission on Libraries and Indormation Science. Paul Zurkowski bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan yang dimiliki oleh seorang Information Literacy agar memanfaatkan sarana informasi yang ada, serta solusi atas suatu permasalahan Information Literacy.
Karena keterampilan Information Literacy  dianggap penting, maka pada 10 Januari 1989 Paul Zurkowski menerbitkan tulisannya yang berupa laporan dengan tujuan untuk menyebarluaskan arti penting dari Information Literacy, dan keterampilan dapat dikembangkan di sekolah sebagai peluang. Istilah Information Literacy pun semakin berkembang terbukti dengan terbentuknya forum nasional Information Literacy. Dengan adanya forum ini, American Library Association Presidential Committee on Information Literacy mulai mengimbau masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dalam mengenali secara efektif agar informasi didapatkan, dievaluasi, dan digunakan secara efektif.
Semakin berkembangnya keterampilan mengenai Information Literacy,
Tahun 1998 The American Association of School Librarians serta The Association for Educational Communications and Technology menerbitkan karya yang berjudul Information Power : Building Partnership for Learning, karya tersebut menimbulkan ketertarikan pustakawan serta peneliti di beberapa Negara untuk melakukan pengembangan pada Information Literacy dan juga melakukan penelitian.
Tahun 2003 digelar konferensi nasional untuk membahas mengenai arti penting dari Information Literacy yang dihadiri oleh perwakilan dari 23 negara, konferensi ini dilaksanakan di Praha oleh The National Forum on Information Literacy serta The National Commission on Libraries and Information Science bersama dengan UNESCO.  Kemudian konferensi ini menghasilkan pengertian bahwa Information Literacy merupakan kunci pembangunan social, budaya, ekonomi bangsa serta komunitas. Dan menyatakan bahwa Information Literacy adalah bagian dari hak asasi manusia dalam hal pembelajaran, kemudian forum ini dinyatakan sebagai Deklarasi Praha.

Pada tahun 2009, Presiden Barack Obama menyatakan bahwa bulan Oktober sebagai bulan Information Literacy nasional, karena literasi informasi telah menumbuhkan kesadaran nasional di Amerika Serikat. Serta memberikan himbauan kepada masyarakat Amerika Serikat agar memahami peran informasi dalam kehidupan sehari-hari dan menghargai pemahaman informasi lebih mendalam.
Definisi Information Literacy
Menurut (ALA, 1989) definisi Information Literacy adalah
To be information literate, a person must be able to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed information[1]
Menurut ANZIL dalam pertemuan di Bibliotheca Alexandria Information Literacy adalah
Information literacy encompasses knowledge of one’s information concerns and needs and the ability to identify, locate, evaluate, organize, and effective create, use and communicate information to address issues or problems at hand; it is a prerequisite for participating effectively in the information society, and is part of the basic human right of life long learning.[2]
Menurut Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Informastion Literacy adalah
Literasi informasi merupakan kompetensi mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota masyarakat di era informasi. Literasi informasi adalah tanggungjawab setiap warganegara, dan perpustakaan hanyalah salah satu media atau lingkungan yang dapat mendukung pencapaian literasi tersebut.[3]
Internet sebagai pendukung Literasi Informasi
Information Literacy secara harfiah memiliki artian sebagai melek informasi, maka menurut saya istilah ini diharapkan agar setiap orang memiliki skill yakni kemampuan untuk memilah informasi mana yang tepat untuk digunakan, serta mengetahui informasi yang dibutuhkan oleh orang tersebut dengan mengenali dengan benar mengenai informasi sebelum kita mencari informasi tersebut. Pada zaman sekarang informasi dengan mudah didapatkan melalui jaringan internet, segala informasi dari sleuruh penjuru dunia terkumpul menjadi satu di dalam internet, maka keberadaan internet saat ini sangat mendukung sekali dengan kegiatan Literasi Informasi. 


[1] American Library Association. (1989)
[2] Australian and New Zealand Information Literacy. Forum for Information Literacy. (2005)
[3] Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Menciptakan Generasi Literat Melalui Perpustakaan. (2007)