Sejarah Information Literacy
Pada
tahun 1974 Paul G Zurkowski mulai mengemukakan istilah Information Literacy di Amerika Serikat. Paul Zurkowski merupakan President Information Industry Association, istilah
tersebut pertama kali diperkenalkan melalui tulisan di The National Commission on Libraries and Indormation Science. Paul
Zurkowski bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan yang dimiliki oleh
seorang Information Literacy agar
memanfaatkan sarana informasi yang ada, serta solusi atas suatu permasalahan Information Literacy.
Karena
keterampilan Information Literacy dianggap penting, maka pada 10 Januari 1989
Paul Zurkowski menerbitkan tulisannya yang berupa laporan dengan tujuan untuk
menyebarluaskan arti penting dari Information
Literacy, dan keterampilan dapat dikembangkan di sekolah sebagai peluang.
Istilah Information Literacy pun
semakin berkembang terbukti dengan terbentuknya forum nasional Information Literacy. Dengan adanya
forum ini, American Library Association
Presidential Committee on Information Literacy mulai mengimbau masyarakat
untuk mengembangkan kemampuan dalam mengenali secara efektif agar informasi
didapatkan, dievaluasi, dan digunakan secara efektif.
Semakin
berkembangnya keterampilan mengenai Information
Literacy,
Tahun
1998 The American Association of School
Librarians serta The Association for
Educational Communications and Technology menerbitkan karya yang berjudul Information Power : Building Partnership for
Learning, karya tersebut menimbulkan ketertarikan pustakawan serta peneliti
di beberapa Negara untuk melakukan pengembangan pada Information Literacy dan juga melakukan penelitian.
Tahun
2003 digelar konferensi nasional untuk membahas mengenai arti penting dari Information Literacy yang dihadiri oleh
perwakilan dari 23 negara, konferensi ini dilaksanakan di Praha oleh The National Forum on Information Literacy serta
The National Commission on Libraries and
Information Science bersama dengan UNESCO.
Kemudian konferensi ini menghasilkan pengertian bahwa Information Literacy merupakan kunci
pembangunan social, budaya, ekonomi bangsa serta komunitas. Dan menyatakan
bahwa Information Literacy adalah
bagian dari hak asasi manusia dalam hal pembelajaran, kemudian forum ini
dinyatakan sebagai Deklarasi Praha.
Pada
tahun 2009, Presiden Barack Obama menyatakan bahwa bulan Oktober sebagai bulan Information Literacy nasional, karena
literasi informasi telah menumbuhkan kesadaran nasional di Amerika Serikat.
Serta memberikan himbauan kepada masyarakat Amerika Serikat agar memahami peran
informasi dalam kehidupan sehari-hari dan menghargai pemahaman informasi lebih
mendalam.
Definisi Information Literacy
Menurut
(ALA, 1989) definisi Information Literacy
adalah
To be
information literate, a person must be able to recognize when information is
needed and have the ability to locate, evaluate, and use effectively the needed
information[1]
Menurut
ANZIL dalam pertemuan di Bibliotheca Alexandria Information Literacy adalah
Information
literacy encompasses knowledge of one’s information concerns and needs and the
ability to identify, locate, evaluate, organize, and effective create, use and
communicate information to address issues or problems at hand; it is a
prerequisite for participating effectively in the information society, and is part
of the basic human right of life long learning.[2]
Menurut
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Informastion
Literacy adalah
Literasi
informasi merupakan kompetensi mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota
masyarakat di era informasi. Literasi informasi adalah tanggungjawab setiap
warganegara, dan perpustakaan hanyalah salah satu media atau lingkungan yang
dapat mendukung pencapaian literasi tersebut.[3]
Internet sebagai pendukung Literasi Informasi
Information Literacy secara
harfiah memiliki artian sebagai melek informasi, maka menurut saya istilah ini
diharapkan agar setiap orang memiliki skill yakni kemampuan untuk memilah
informasi mana yang tepat untuk digunakan, serta mengetahui informasi yang
dibutuhkan oleh orang tersebut dengan mengenali dengan benar mengenai informasi
sebelum kita mencari informasi tersebut. Pada zaman sekarang informasi dengan mudah didapatkan melalui jaringan internet, segala informasi dari sleuruh penjuru dunia terkumpul menjadi satu di dalam internet, maka keberadaan internet saat ini sangat mendukung sekali dengan kegiatan Literasi Informasi.
[1] American
Library Association. (1989)
[2] Australian and
New Zealand Information Literacy. Forum for Information Literacy. (2005)
[3] Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia. Menciptakan Generasi Literat Melalui Perpustakaan.
(2007)
No comments:
Post a Comment